TOBOALI, Selasa 12 Mei 2026 – Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) terus berkomitmen menjaring talenta muda terbaik dari berbagai daerah untuk memajukan sektor pertanian nasional. Kali ini, Tim Sosialisasi PEPI hadir langsung menyapa ratusan siswa-siswi di SMKN 1 Toboali, Bangka Selatan, untuk mengenalkan program beasiswa penuh (full scholarship).
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan SMKN 1 Toboali ini bertujuan untuk memberikan informasi komprehensif mengenai peluang kuliah gratis serta prospek karier menjanjikan di bidang enjinering pertanian modern.
Menjaring Calon Ahli Enjinering Pertanian dari Daerah
Dalam paparannya, perwakilan tim sosialisasi PEPI menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini membutuhkan transformasi teknologi yang masif. Oleh karena itu, PEPI hadir membawa solusi pendidikan vokasi yang fokus pada mekanisasi, inovasi, dan digitalisasi pertanian.
Melalui program beasiswa penuh dari Kementerian Pertanian ini, mahasiswa yang lolos seleksi tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan fasilitas penunjang pendidikan yang mumpuni.
“Kami melihat potensi besar pada siswa-siswi SMK di daerah, khususnya di SMKN 1 Toboali. Dengan latar belakang kejuruan yang mereka miliki, mereka adalah calon-calon penggerak roda mekanisasi pertanian modern yang kami cari,” ujar salah satu perwakilan tim sosialisasi PEPI di depan forum.
Sambut Hangat dan Antusiasme Tinggi
Kehadiran tim PEPI disambut hangat oleh pihak manajemen SMKN 1 Toboali dan para siswa. Menggunakan media interaktif, tim menjelaskan secara detail mengenai alur pendaftaran, persyaratan berkas, hingga kiat-kiat agar bisa lolos dalam tahapan seleksi beasiswa.
Para siswa yang hadir tampak sangat antusias. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, di mana banyak siswa menggali informasi lebih dalam mengenai fasilitas asrama, program studi unggulan, serta peluang kerja setelah lulus dari PEPI.
Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda di Bangka Selatan untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi vokasi pertanian, sekaligus melahirkan generasi millennial farmer yang siap bersaing di era industri 4.0. (Red)